Mengatasi Kejenuhan Debat 1965

2018_09_27_Kumparan Mengatasi Kejenuhan Debat 1965-c

Berbeda dari sebagian besar bahasan selama ini, peristiwa 1965 tidak hanya memakan korban komunis. Dan kasus Madiun 1948 tidak hanya memakan korban pada pihak lawan komunis. Keduanya kumpulan kisah dan peristiwa yang kompleks dan tidak tunggal.

Heryanto, Ariel (2018) “Mengatasi Kejenuhan Debat 1965”, Kumparan, 27/09/2018, https://kumparan.com/ariel-heryanto/mengatasi-kejenuhan-debat-1965-1538039198260112189

kata kunci: akademik, Madiun 1948, PKI, Orde Baru, publik, wacana

Pendidikan, setelah 20 tahun Reformasi

2018_05_25_Conversation Pendidikan, setelah 20 tahun Reformasi-c

Tulisan ini merujuk dua masalah utama. Pertama, sejak didirikan pemerintah kolonial hingga hari ini, lembaga pendidikan formal sekuler belum pernah menikmati otonomi dan belum dikelola secara profesional sesuai kaidah keilmuan. Kedua, perlu pemerataan kesempatan internasionalisasi bagi PT yang jauh dari Jakarta.

Heryanto, Ariel (2018) “Pendidikan, setelah 20 tahun Reformasi”, Conversation, 25/05/2018, https://theconversation.com/pendidikan-setelah-20-tahun-reformasi-97209

kata kunci: ideologi, kolonial, Orde Baru, sekolah, UKSW

Gaji Dosen Asing: Solusi atau Masalah?

Seandainya professor senior unggulan dari manca-negara itu diundang bekerja dengan gaji Rp 65 juta, dosen lokal berhak iri, sementara yang diundang belum tentu tertarik. Kecuali dosen asing ini sedang mencari kerja, karena kalah bersaing di negara asal mereka. Atau mereka yang merasa tidak nyaman di tempat kerjanya.

Heryanto, Ariel (2018) “Gaji Dosen Asing: Solusi atau Masalah?”, Kumparan, 20/04/2018, https://kumparan.com/ariel-heryanto/gaji-dosen-asing-solusi-atau-masalah

kata kunci: intrernasionalisasi, kebebasan akademik, kelas menengah, professor, universitas

Mengapa Kita Terus Mencurigai Internasionalisasi Perguruan Tinggi?

Tradisi puluhan tahun mengirimkan sarjana Indonesia ke luar negeri untuk kegiatan akademik (studi lanjut, penelitian, konferensi, atau penerbitan) harus diimbangi, bahkan sudah saatnya dibalik, dengan prioritas program internasionalisasi di dalam negeri. Tidak cukup mengundang tenaga ahli asing sebagai dosen atau peneliti.

Heryanto, Ariel (2018) “Mengapa Kita Terus Mencurigai Internasionalisasi Perguruan Tinggi?”, Tirto, 20/04/2018, https://tirto.id/mengapa-kita-terus-mencurigai-internasionalisasi-perguruan-tinggi-cH4f

kata kunci: globalisasi, industrial, kapitalis, LPDP, menristek

Belajar dari Kasus Tsamara Amany (PSI)

Klik 2018_04_07_Kump Belajar dari Kasus Tsamara Amany (PSI)-c

“Publik Indonesia berhak mendengar, terlibat, dan belajar dari perdebatan politik yang mencerdaskan kehidupan berbangsa. Bukan adu caci-maki antara elite politik seperti yang selama ini terjadi dan menjadi sampah beracun dalam kehidupan publik. Dibutuhkan banyak partai politik, dan lebih banyak kaum muda untuk meningkatkan mutu perdebatan publik.”

Heryanto, Ariel (2018) “Belajar dari Kasus Tsamara Amany (PSI)”, Kumparan, 7/04/2018, https://kumparan.com/ariel-heryanto/belajar-dari-kasus-tsamara-amany-psi

kata kunci: Fadli Zon, Jokowi, Orde Baru, partai politik, PKS, PRD

Dunia Digemparkan Proklamasi 1945: Kesaksian Joe Isaac

“Inilah pertama kalinya di dunia ada bangsa terjajah memproklamasikan kemerdekaan secara sepihak tanpa perundingan dengan bangsa lain. Tampaknya tidak ada satu pun pihak yang benar-benar siap menghadapi kenyataan Indonesia merdeka, dan pelbagai implikasinya. Juga pemerintah RI sendiri.”

Heryanto, Ariel (2018) “Dunia Digemparkan Proklamasi 1945: Kesaksian Joe Isaac”, Tirto, 5/04/2018, https://tirto.id/dunia-digemparkan-proklamasi-1945-kesaksian-joe-isaac-cHdH

kata kunci: Australia, Hindia Belanda, kolonial, modernitas, proklamasi, Sukarno

Benci tapi Rindu: Globalisasi

Yang lebih ironis dan serius, walau sudah bertekad mengglobal, banyak kalangan akademik Indonesia yang menolak keras gagasan hadirnya universitas asing di Indonesia. Apalagi gagasan pengangkatan ilmuwan asing sebagai Rektor untuk universitas di Indonesia.

Heryanto, Ariel (2018) “Benci tapi Rindu: Globalisasi”, Kumparan, 14/03/2018, https://kumparan.com/ariel-heryanto/benci-tapi-rindu-globalisasi

kata kunci: asing, lokal, kapitalisme, modernitas, nasional, universitas

Ahok, Penista Kemasan Politik

2016_11_17_CNN Ahok, Penista Kemasan Politik-c

“Menurut saya, hanya mereka yang buta-politik akan berbantah melulu soal agama dan adu-kutipan ayat suci dalam menanggapi kasus Ahok. Apakah Ahok bersalah atau tidak secara keagamaan, kurang menarik perhatian saya. Juga apakah dia bersalah atau tidak secara hukum.

Sejauh pengamatan saya, kesalahan pertama dan utama Ahok selama ini adalah berpolitik tanpa basa-basi atau kemasan apa pun.”

 

Heryanto, Ariel (2016) “Ahok, Penista Kemasan Politik”, CNN Indonesia, 17/11/206, https://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161116193018-517-173127/ahok-penista-kemasan-politik/

kata-kunci: agama, Bourdieu, Jokowi, kelas sosial, Pilkada DKI,

Dari Kencing Onta sampai PKI

Klik 2018_01_11_M_Dari Kencing Onta sampai PKI-c

“Tidak ada wacana, tuduhan, umpatan, atau pujian yang secara alamiah atau tiba-tiba, punya bobot mengangkat atau membanting martabat seseorang. Bobot itu harus disusun dan dipasarkan dengan modal besar dan kerja keras sebelum diterima atau ditolak masyarakat. Ini berlaku untuk semua kisah: dari kisah mukjizat kencing Onta sampai kisah bahaya PKI.”

Heryanto, Ariel (2018) “Dari Kencing Onta sampai PKI”, Mojok, 11/01/2018, https://mojok.co/arl/esai/dari-kencing-onta-sampai-pki/

kata-kunci: Budi Pego, G-30-S, Gerwani, Hoax, Jokowi, tahayul

Hiruk pikuk ‘bahaya’ komunis: sampai kapan?

Kapan Indonesia bisa reda dari hiruk pikuk hantu komunisme? Jawabnya: bila sudah ada alat lain yang bisa dimanfaatkan para politikus untuk ambisi politiknya. Tidak penting apakah itu komunisme atau Islam. Yang penting sejauh mana atribut itu bisa dimanipulasi untuk kepentingan politik mereka.

Selama alat pengganti itu belum ada, stigma dan hantu komunis akan terus diproduksi, disebarkan untuk mengaduk-aduk emosi dan akal masyarakat yang lembek logika.

Heryanto, Ariel (2017) “Hiruk pikuk ‘bahaya’ komunis: sampai kapan?”, The Conversation, 27/09/2017, https://theconversation.com/hiruk-pikuk-bahaya-komunis-sampai-kapan-84658

kata-kunci: bahaya komunis, Islam, Jokowi, Orde Baru, pengetahuan