Nama Jalan

Tokoh sejarah yang paling memukau untuk dibahas bukan para pahlawan nasional. Bukan lawan mereka. Bukan para pengkhianat. Tetapi mereka yang tak gampang masuk salah satu kategori itu. Ada miripnya pahlawan. Sekaligus ada miripnya pengkhianat.

Heryanto, Ariel (2021) “Nama Jalan”, Kompas, 13/11/2021, https://www.kompas.id/baca/gaya-hidup/2021/11/13/nama-jalan-4

kata kunci: Belanda, Joris Ivens, pahlawan, pengkhianat, Timor Leste

Pancasila Sejak Orde Baru

Sejak Orde Baru berkuasa, Pancasila berubah radikal. Dari sebuah wadah luas yang merangkul berbagai ideologi progresif kini ia ditampilkan sebagai “ideologi” tersendiri, terpisah dari yang lain. Fungsi utamanya bukan lagi menampung keragaman demi persatuan nasional, tetapi menolak dan melarang berbagai ideologi global yang telah berjasa memperjuangkan kelahiran republik ini sejak awal abad 20.

Heryanto, Ariel (2021) “Pancasila Sejak Orde Baru”, Kompas, 06/11/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/11/06/pancasila-sejak-orde-baru

kata kunci: ideologi, Islamisme, Komunisme, pemberontakan, Soekarno

Jerat Warisan Bahasa Orde Baru

Rezim Orde Baru sudah tumbang. Tapi sebuah rezim yang baru belum bertumbuh. Dalam masa transisi yang vakum ideologis ini masyarakat dan negara pasca-Orde Baru jadi gamang. Orde Baru sudah meninggalkan Indonesia, tetapi Indonesia belum meninggalkan Orde Baru.

Heryanto, Ariel (2021) “Jerat Warisan Bahasa Orde Baru”, Mojok, 15/10/2021, https://mojok.co/esai/jerat-warisan-bahasa-orde-baru/

kata kunci: 1965, diamankan, Hukum, Oknum, Orde Lama, PKI, Soeharto, tentara

Buku

Tak adil jika dosen Indonesia dituntut bersaing dengan rekan-rekannya di negara yang selama ini dominan di dunia dalam produksi karya ilmiah. Bukan saja karena terbatasnya fasilitas di Tanah Air sendiri. Bukan saja karena mereka dituntut membaca dan menulis dalam bahasa asing.

Tak jarang, kerja penelitian mereka dibatasi arahan dari atasan. Apalagi jika ada sejumlah tabu, sensor, dan gelombang ancaman pidana yang menghantui kemerdekaan membaca, meneliti, dan menulis.

Heryanto, Ariel (2021) “Buku”, Kompas, 9/10/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/10/09/buku-13/

kata kunci: Ben Anderson, Dandhy Dwi Laksono, dosen, editor, intelektual, penerbit, penerjemah, pustakawan, Soewardi Soerjaningrat, Watchdoc

Orang-orang Hebat

Bukan hanya pemain bulu tangkis berbakat kelas dunia yang keluar dari Indonesia dan tersebar ke mancanegara. Ribuan profesional dari Indonesia juga bekerja sebagai tenaga ahli di berbagai kawasan dunia. Jika Indonesia kurang hebat di pentas dunia dalam berbagai bidang, penyebabnya bukan langkanya orang Indonesia yang hebat dan berkelas dunia.

Heryanto, Ariel (2021) “Orang-orang Hebat”, Kompas, 31/07/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/09/04/orang-orang-hebat/

kata kunci: global, individu, lembaga, modal, negara, pendidikan, TKI

Krisis

Krisis membuat gamblang yang sebelumnya samar atau sengaja diabaikan masyarakat. Krisis juga membuka peluang bagi perubahan. Namun, tak ada jaminan perubahan itu ke arah yang lebih baik. Tidak ada jaminan kita menjadi lebih bijak.

Heryanto, Ariel (2021) “Krisis”, Kompas, 31/07/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/07/31/krisis-4

kata kunci: covid-19, global, lockdown, nasionalisme, pandemi, populisme

Gila Hormat

Di berbagai negara, hukum pencemaran memang berfungsi mengimbangi kebebasan berpendapat. Namun, ada dua perbedaan besar dari usulan Pemerintah RI.

Beda pertama, di banyak negara lain pencemaran diatur hukum perdata, bukan pidana. Misalnya di Australia, polisi tak ikut campur kasus pencemaran. Orang tak boleh ditahan dan dipenjara karena kasus pencemaran.

Beda kedua, terbalik dari RI, hukum mereka membatasi peluang bagi lembaga negara dan perusahaan besar mengadu kasus pencemaran.

Heryanto, Ariel (2021) “Gila Hormat”, Kompas, 26/06/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/06/26/gila-hormat-2

kata kunci: haatzaai artikelen, hukum, kolonial, lèse-majesté, penghinaan, pidana, UU ITE

Aib

Setiap bangsa menanggung aib kekejaman leluhurnya. Tapi umumnya yang diketahui hanya aib bangsa lain. Bukannya mereka menyangkal atau lupa. Mereka sama sekali tidak tahu-menahu. Mereka hanya diajar sebagai bangsa yang menjadi korban kekejaman bangsa lain.

Heryanto, Ariel (2021) “Aib”, Kompas, 22/05/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/05/22/aib-3/

kata kunci: bangsa, De Oost, film, Hindia Belanda, Indo, kolonial, teroris

Indo

Komunitas peranakan Tionghoa, Arab, dan India di Tanah Air ataupun negara tetangga giat merayakan warisan leluhurnya. Komunitas keturunan Indo dari Indonesia yang kini hidup di Eropa, Amerika, dan Australia giat merayakan ”tempo doeloe” kakek-neneknya. Generasi muda keturunan Indo di Tanah Air sendiri mungkin kurang kenal atau kurang peduli sejarah dan zaman emas leluhur mereka.

Heryanto, Ariel (2021) “Indo”, Kompas, 10/04/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/04/10/indo-2/

kata kunci: Belanda, Eropa, Indisch, kolonial, nasional, rasisme, Tionghoa

Timpang

Kebencian yang mewabah adalah reaksi wajar terhadap dampak ketimpangan sosial. Ibarat batuk, bersin, atau mual yang berkisah tentang tubuh sakit. Sensor media sosial dan hukuman terhadap pelaku ujar kebencian ibarat membungkam mulut yang batuk. Bukan mengobati penyakit yang menimbulkan batuk.

Heryanto, Ariel (2021) “Timpang”, Kompas, 6/03/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/03/06/timpang-4/

kata kunci: hoaks, media, Microsoft, negara, perundungan, UU ITE