Indonesia, Seni, Ketidak-acuhan

WWR 2001_10_07_K Indonesia, Seni, Ketidak-acuhan-c

“Ini bukan soal kelas menengah melulu. Acuh, tidak peka, atau tidak peduli merupakan salah satu mekanisme kejiwaan banyak kalangan yang hidup tertekan dan menderita, tetapi harus terus hidup dan berjuang untuk hidup. Persis kemampuan untuk lupa. Orang yang tidak bisa lupa, atau tidak bisa acuh akan susah tidur, makan, bahkan bekerja dengan tenang. Bahkan bisa gila.”

“Indonesia, Seni, Ketidak-acuhan”, wawancara Bre Redana, Kompas, 7/10/2001.

kata kunci: gerakan mahasiswa, kesenian, pasca-Orde Baru, perubahan

Hidup Tanpa Gaya Hidup

Gaya hidup tidak tergantung pada berapa uang Anda. Gaya hidup bukan monopoli orang kaya. Sebaliknya tidak semua orang kaya punya gaya hidup yang hebat. Gaya hidup lebih merupakan ekspresi kreativitas estetika. Cuma saja pada orang kaya, ekspresi itu diterjemahkan dalam bentuk teknologi dan sejumlah acara padat-modal. Supaya tampak eksklusif.

“Hidup Tanpa Gaya Hidup”, wawancara Dedeh, Tiara, 210 (Oktober) 1998.

kata kunci: budaya, estetika, gaya hidup, kaya, kemasan, konsumsi, miskin, selera