Heryanto, Ariel (2005) “TsuNamI”, Kompas, 09/01/2005.
kata kunci: Aceh, Anthony Reid, Asal Usul, Gerakan Aceh Merdeka, Juwono Sudarsono, Kompas, Munir, TNI, tsunami
Heryanto, Ariel (2005) “TsuNamI”, Kompas, 09/01/2005.
kata kunci: Aceh, Anthony Reid, Asal Usul, Gerakan Aceh Merdeka, Juwono Sudarsono, Kompas, Munir, TNI, tsunami
“Ada pendapat, Imlek itu bagian dari sebuah tradisi atau kepercayaan keagamaan Buddha. Kalau demikian, tidak semua orang dengan etnis atau kebangsaan China merayakannya dan ada banyak orang non-Cina yang ikut merayakan. Sekitar 24 juta penduduk RRC beragama Islam dan 60 juta yang lain beragama Kristen. Penganut agama Buddha tersebar di berbagai penjuru dunia, menembus batas kebangsaan dan warna kulit.”
Heryanto, Ariel (2005) “Imlek”, Kompas, 30/01/2005.
kata kunci: Arab, Asal Usul, Buddha, India, Kompas, nonpribumi, pribumi, Valentine
Klik 2005_02_20_K-AU Kesadaran Kolonial-c
“Pada saat Indonesia sudah nyaris habis dikapling-kapling, banyak orang masih termabuk-mabuk propaganda nasionalisme dan secara fanatik sibuk mengagung-agungkan kesatuan Indonesia-yakni Indonesia dalam versi yang ada hanya dalam khayalan atau pidato pejabat dan bukan yang nyata di bumi ini.
Dalam situasi kolonial, sosok kolonialisme itu sendiri bisa tak tampak. Dalam air, ikan tidak tahu apa artinya basah.”
Heryanto, Ariel (2005) “Kesadaran Kolonial”, Kompas, 20/02/2005.
kata kunci: Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Asal Usul, British Petroleum, ExxonMobil, Fadjroel Rachman, Freeport, Jusuf Kalla, Kompas, Monsanto, Newmont International, penjajahan, Surya Paloh, Tamrin Amal Tomagola
2005_03_13_K-AU Kerikil RI-Australia-c
Heryanto, Ariel (2005) “Kerikil RI-Australia”, Kompas, 13/03/2005.
kata kunci: Abu Bakar Ba’asyir, Asal Usul, Australia, Australian National University, Ed Aspinall, hukum, Kompas, Schapelle Corby, The Age
Ironisnya, militerisme di masa Orde Baru juga telah menjadi ajang pengembangbiakan ‘dwifungsi sipil’. Orang-orang sipil dididik berjalan, berpakaian, berbicara, berpikir, berperilaku seperti anggota pasukan tempur di medan perang.
Heryanto, Ariel (2005) “Dwifungsi Sipil”, Kompas, 3/04/2005.
kata kunci: Asal Usul, dwifungsi, Kompas, Marcus Mietzner, militer, sipil
Heryanto, Ariel (2005) “Asia-Afrika”, Kompas, 24/04/2005.
kata kunci: Ali Sastroamidjojo, Asal Usul, bangsa, Herbert Feith, KAA, Kompas, Konferensi Asia-Afrika, militeristik, negara, Nehru, otoriter, penjajahan, RRC, Soekarno
2005_05_15_K-AU Setengah Tiang-c
Heryanto, Ariel (2005) “Setengah Tiang”, Kompas, 15/05/2005.
kata kunci: Asal Usul, Dietje Budiasih, hukum, impunitas, Kompas, Marsinah, Mei 1998, Pak De, Tionghoa, Udin
Heryanto, Ariel (2005) “Usus Buntu”, Kompas, 5/06/2005.
kata kunci: Asal Usul, Australia, diplomasi, Flor Contemplacion, Kompas, rasis, Schapelle Corby, TKW
Di Jakarta saja setiap tahunnya sekitar 300 orang Indonesia kawin campur. Belum yang di kota-kota lain. Belum terhitung yang di luar Indonesia. Di mana pun mereka berada, hukum di Indonesia hampir selalu menyulitkan pasangan itu untuk tinggal bersama dalam jangka panjang.
Heryanto, Ariel (2005) “Kawin Campur”, Kompas, 26/06/2005.
kata kunci: Asal Usul, indo, kawin campur, Kompas, nonpribumi, Nuning Hallett, WNA, WNI
Generasi terdahulu jelas bersalah karena gagal menyediakan pendidikan seksual yang sehat, terbuka, dan beretika pada generasi mudanya. Lowongan itu digarap para pedagang industri informasi hiburan tanpa menghiraukan etika. Kegagalan kaum tua ini melahirkan reaksi defensif yang tidak selalu memperbaiki situasi.
Heryanto, Ariel (2005) “Porno”, Kompas, 17/07/2005.
kata kunci: Abu Bakar Ba’asyir, adat, Asal Usul, hukum, Kompas, Nusantara, seks, pornografi