Bukan Golput

Golput lahir dari sebuah masa ketika yang “putih” dianggap serba suci dan murni. Yang “hitam” ditujukan untuk mereka yang bermasalah, korup, dan buruk. Sudah saatnya kita memperbaiki bahasa kita agar tidak terus-menerus bercorak rasialis, dan memuliakan bangsa bekas para penjajah berkulit putih.

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Golput”, Kompas, 25/07/2004.

kata kunci: Asal Usul, Golput, Halo-halo Bandung, Kompas, Maju Tak Gentar, Wiji Thukul

Resto

2004_08_22_K-AU Resto-c

“Musik ilustrasi dalam film baru boleh dibilang berhasil bila bisa menyatu dengan jalannya cerita sehingga penonton hampir-hampir tak sadar musik itu ada. Musik di restoran akan meningkatkan kenikmatan bersantap dan bercengkerama para tamu bila berhasil meningkatkan gairah makan dan bersantai tanpa hadir secara samar.”

Heryanto, Ariel (2004) “Resto”, Kompas, 22/08/2004.

kata kunci: Asal Usul, kafe Kompas, musik, restoran

Bukan Mobil Mewah

2004_10_17_K-AU Bukan Mobil Mewah-c

“Pada saat sejumlah masyarakat industrial sudah kalang kabut menghadapi kemacetan lalu lintas dan ruang parkir mobil, masyarakat kita baru pertama kali bercumbu industri kapitalisme. Mobil menjadi alat produksi, sumber kebanggaan, sarana kenyamanan dan keselamatan. Para produser dan penyalur mobil berlomba-lomba membanjiri ruang publik dengan jutaan mobil per tahunnya. Pemerintah mengajak rakyat berlomba- lomba membeli mobil, bila perlu dengan utang.”

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Mobil Mewah”, Kompas, 17/10/2004.

kata kunci: Asal Usul, kesenjangan, Kompas, iklan, mewah, mobil dinas, rokok

Katakan

2004_11_21_K-AU Katakan-c

“Setiap pernyataan merupakan sebuah jawaban untuk sebuah pertanyaan, keraguan, atau gugatan yang benar-benar ada atau yang cuma dibayangkan. Kadang-kadang sebuah ucapan ditujukan penuturnya pada diri sendiri untuk meyakinkan diri sendiri.”

Heryanto, Ariel (2004) “Katakan”, Kompas, 21/11/2004.

kata kunci: Ada Apa dengan Cinta, Amerika Serikat, Asal Usul, Barat, Kompas, nasionalisme, retorika, Singapura, wacana

Kondom

Kampanye penggunaan helm berusaha menyelamatkan kepala dan nyawa orang jika terjadi kecelakaan lalu-lintas. Bukan mendorong gairah orang untuk lebih sering naik motor, berganti-ganti kendaraan, dan cari “tabrakan bebas”.

Kampanye pemakaian kondom bukan untuk mendorong gairah seks, berganti pasangan, dan mengumbar “seks bebas”.

Heryanto, Ariel (2004) “Kondom”, Kompas, 5/12/2004.

kata kunci: AIDS, Asal Usul, HIV, Keluarga Berencana, Kompas, Kondom

Palu Arit

Menurut logika modern, bila ada bahaya terhadap sekelompok masyarakat, aparat keamanan berkewajiban mengawasi dan menaklukkan sumber bahaya itu. Tetapi, pada masa Orde Baru logika ini dibalik. Yang diserang dan dihukum justru calon korbannya sebagai pihak yang diancam, bukan sumber ancaman. Itulah inti logika di balik kata “diamankan” ciptaan Orde Baru.

Heryanto, Ariel (2004) “Palu Arit”, Kompas, 19/12/2004.

kata kunci: anti-komunisme, Asal Usul, Blora, diamankan, Inul Daratista, Kompas, Palu Arit, Pemalang, Solo

Imlek

2005_01_30_K-AU Imlek-c

“Ada pendapat, Imlek itu bagian dari sebuah tradisi atau kepercayaan keagamaan Buddha. Kalau demikian, tidak semua orang dengan etnis atau kebangsaan China merayakannya dan ada banyak orang non-Cina yang ikut merayakan. Sekitar 24 juta penduduk RRC beragama Islam dan 60 juta yang lain beragama Kristen. Penganut agama Buddha tersebar di berbagai penjuru dunia, menembus batas kebangsaan dan warna kulit.”

Heryanto, Ariel (2005) “Imlek”, Kompas, 30/01/2005.

kata kunci: Arab, Asal Usul, Buddha, India, Kompas, nonpribumi, pribumi, Valentine

Kesadaran Kolonial

Klik 2005_02_20_K-AU Kesadaran Kolonial-c

“Pada saat Indonesia sudah nyaris habis dikapling-kapling, banyak orang masih termabuk-mabuk propaganda nasionalisme dan secara fanatik sibuk mengagung-agungkan kesatuan Indonesia-yakni Indonesia dalam versi yang ada hanya dalam khayalan atau pidato pejabat dan bukan yang nyata di bumi ini.

Dalam situasi kolonial, sosok kolonialisme itu sendiri bisa tak tampak. Dalam air, ikan tidak tahu apa artinya basah.”

Heryanto, Ariel (2005) “Kesadaran Kolonial”, Kompas, 20/02/2005.

kata kunci: Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Asal Usul, British Petroleum, ExxonMobil, Fadjroel Rachman, Freeport, Jusuf Kalla, Kompas, Monsanto, Newmont International, penjajahan, Surya Paloh, Tamrin Amal Tomagola