2006_03_05_K-AU Diskriminasi-c
Heryanto, Ariel (2006) “Diskriminasi”, Kompas, 5/03/2006.
kata kunci: Asal Usul, diskriminasi, kapitalisme, kelas sosial, Kompas, korupsi, Muslimah, pungli, rasialis
2006_03_05_K-AU Diskriminasi-c
Heryanto, Ariel (2006) “Diskriminasi”, Kompas, 5/03/2006.
kata kunci: Asal Usul, diskriminasi, kapitalisme, kelas sosial, Kompas, korupsi, Muslimah, pungli, rasialis
Sesekali mampirlah ke kantor polisi atau kejaksaan. Tengok bahasa mereka. Kalau Anda di situ karena diinterogasi, Anda pasti tahu dengan sendirinya. Hasil interogasi yang dinamakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bisa bikin jingkrak-jingkrak siapa pun yang peduli bahasa nasional, selain peduli keadilan.
Heryanto, Ariel (2006) “Rancu”, Kompas, 26/03/2006.
kata kunci: Asal Usul, bahasa, Berita Acara Pemeriksaan, Kompas, Orde Lama, penduduk asli, pribumi, RUU Antipornografi
2006_04_03_TEMPO Dari Sabang sampai Sydney-c
Heryanto, Ariel (2006) “Dari Sabang sampai Sydney”, Tempo, 06/XXXV/03 – 9 April 2006.
kata kunci: ASEAN, Australia, John Howard, Hindia Belanda, Papua, pengungsi, suaka politik, Susilo Bambang Yudhoyono, Tempo
Heryanto, Ariel (2006) “Global”, Kompas, 16/04/2006.
kata kunci: Aborijin, Asal Usul, Australia, globalisasi, Kompas, nasion, Papua, PRT, teknologi
Ada beda seksualitas yin (feminin) dan yang (maskulin). Ini bukan beda pria dan perempuan. Setiap pria dan perempuan punya unsur yin dan yang.
Seksualitas maskulin ibarat lidah api yang menjilat-jilat ke atas. Orang dengan unsur maskulin kuat butuh kepuasan seks dalam rangka mencintai orang lain. Dari bawah perut ke ubun-ubun kesadaran.
Seksualitas feminin ibarat air, perlu ada gelombang cinta kasih di ubun-ubun kesadaran sebelum menetes ke bawah dan membangkitkan gairah seksual.
Heryanto, Ariel (2006) “Mata Pria”, Kompas, 7/05/2006.
kata kunci: Asal Usul, cinta, feminin, Kompas, maskulin, pornografi, RUU Antipornografi, seksualitas, yin yang
Klik 2006_05_28_K-AU Mahasia-c
Heryanto, Ariel (2006) “Mahasia”, Kompas, 28/05/2006.
kata kunci: Asal Usul, kebijakan negara, kekerasan, Kompas, mahasiswa, Makassar, pribumi, rasial, Tionghoa
Heryanto, Ariel (2006) “Ribut”, Kompas, 18/06/2006.
kata kunci: Asal Usul, Asia, bentrok, hukum, Inul Daratista, Jawa, kerusuhan, Kompas, lisan, Marshall McLuhan, Pramudya A Toer, Rendra, Soekarno
Kelas menengah Jakarta tidak biasa berjalan kaki lebih dari satu kilometer di ruang terbuka, kecuali ketika berolahraga. Ketika ada tamu dari Jakarta ke Melbourne, sebagian menderita ketika diajak berpelesir ke pusat kota tanpa mobil pribadi. Yang lain justru keranjingan.
Heryanto, Ariel (2006) “Jalan”, Kompas, 9/07/2006.
kata kunci: Asal Usul, Australia, jalan, kelas menengah, Kompas, mobil, pribadi, Singapura, transportasi umum
”Indonesia asli” merupakan sebuah istilah yang bertentangan dengan dirinya sendiri, seperti ungkapan ”bayi tua-renta”, ”kuyup kering”, atau ”ledakan sunyi”. Kalau sesuatu disebut Indonesia, ia tidak mungkin asli; kalau asli tidak mungkin Indonesia.
Heryanto, Ariel (2006) “Mana Ada WNI Asli”, Tempo, 21/XXXV/17 – 23 Juli 2006.
kata kunci: asli, bangsa, Benedict Anderson, etnisitas, Jose Rizal, negara, nonpribumi, perempuan, pribumi, Tempo, Tionghoa, warga negara
Semakin banyak orang Indonesia yang tidak mampu menulis satu halaman atau bicara lima menit dalam bahasa Indonesia yang mulus, tanpa istilah-istilah bahasa Inggris mutakhir yang sedang pop. Mereka juga tidak mampu menulis satu halaman atau bicara lima menit dalam bahasa Inggris yang mulus, tanpa berlepotan logat dan pengaruh tata-bahasa bahasa Indonesia.
Heryanto, Ariel (2006) “Nadine”, Kompas, 30/07/2006.
kata kunci: Amerikanisasi, Arab, Asal Usul, bahasa Inggris, Endy M Bayuni, jajahan, Kompas, Miss Universe, Nadine Chandrawinata, Sansekerta