1993_10_28_BERNAS Perlukah Budaya Tanding-c
Heryanto, Ariel (1993) “Perlukah Budaya Tanding?”, Bernas, 28 Oktober 1993, hal. 4.
kata kunci: aksi, Bernas, BKK, budaya tanding, moral, NKK, propaganda, sensor, strukturalisme
1993_10_28_BERNAS Perlukah Budaya Tanding-c
Heryanto, Ariel (1993) “Perlukah Budaya Tanding?”, Bernas, 28 Oktober 1993, hal. 4.
kata kunci: aksi, Bernas, BKK, budaya tanding, moral, NKK, propaganda, sensor, strukturalisme
1993_10_27_REPUBLIKA Bulan Bahasa di Tahun Postmoderenisme 2-c
Heryanto, Ariel (1993) “Bulan Bahasa di Tahun Postmodernisme” (2/2), Republika, 27 Oktober 1993, hal. 6.
kata kunci: dikotomi, Ferdinand de Saussure, LEKRA, logika, modernisme, plesetan, postmodernisme, Republika, saminisme, strukturalisme
Tulisan terkait “Bulan Bahasa di Tahun Postmodernisme” (1/2)
1993_10_26_REPUBLIKA Bulan Bahasa di Tahun Postmoderenisme 1-c
Heryanto, Ariel (1993) “Bulan Bahasa di Tahun Postmodernisme” (1/2), Republika, 26 Oktober 1993, hal. 6.
kata kunci: bahasa, Balai Pustaka, Hindia Belanda, kolonial, modernisme, Pembangunan, postmodernisme, Republika
Tulisan terkait “Bulan Bahasa di Tahun Postmodernisme” (2/2)
Tragedi pascamodemisme punya kemiripan dengan nasib modernisme yang diberontaki. Pada awalnya modernisme juga merupakan pemberontak radikal.
Heryanto, Ariel (1993) “Pascamodernisme: Mengapa Sulit tapi Perlu?” Kompas, 28 September 1993, hal. 4.
kata kunci: anti-hero, Kompas, modernisme, pascamodernisme, Pencerahan, relativisme
1993_09_03_K Demokratisasi Kelas Menengah-c
Heryanto, Ariel (1993) “Demokratisasi Kelas Menengah?”, Kompas, 3 September
1993, hal. 4.
kata kunci: demokratisasi, FDWY, industri, kapitalisme, kelas menengah, Kompas, penerbit, pers, PWI, sensor, SIUPP
1993_08_16_BERNAS Kemerdekaan Di Kampung-c
Heryanto, Ariel (1993) “Kemerdekaan di Kampung”, Bernas, 16 Agustus 1993, hal. 4.
kata kunci: 17 Agustusan, Bernas, Idul Fitri, Imlek, kampung, pribadi, sejarah, sosial
1993_08_12_SURABAYA POST Menguliti Jatidiri Pers Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1993) “Menguliti Jatidiri Pers”, Surabaya Post, 12 Agustus 1993, hal. 6.
kata kunci: Daniel Dhakidae, humanisme, Jakob Oetama, Paul Tickell, romantik, pers, Surabaya Post, Tajuk-tajuk Dalam Terik Matahari
1993_08_11_K Karya Seni, Bukan Santet-c
Heryanto, Ariel (1993) “Karya Seni, Bukan Santet”, Kompas, 11 Agustus 1993, hal. 4.
kata kunci: hukum, kesenian, Kompas, KUHP, modern, rasionalitas, santet, Tanah untuk Rakyat
1993_07_24_SM Siapa Berhak Keluarkan Izin Mencekal-c
Heryanto, Ariel (1993) “Siapa Berhak Keluarkan Izin Mencekal?”, Suara Merdeka, 24 Juli 1993, hal. VI.
kata kunci: Adnan Buyung Nasution, Arief Budiman, cekal, George Yunus Aditjondro, HAM, lAIN, ISA, sensor, Suara Merdeka, YB Mangunwijaya
Jangankan menciptakan ‘pemikiran besar’. Sekedar mempelajari pemikiran besar orang-orang lain dari bangsa sendiri dan bangsa lain dari zaman ini dan zaman lalu pun kita sering tidak diperbolehkan dengan berbagai ancaman hukum.
Heryanto, Ariel (1993) “Sensor Pemikiran Besar”, Jawa Pos, 4 Juli 1993, hal. 8.
kata kunci: intelektual, Jawa Pos, kebudayaan, krisis, sastra, sensor, struktur, subyek