1982_07_31_SH Sastra dan Masyarakat Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Sastra dan Masyarakat Indonesia Kini”, Sinar Harapan, 31 Juli 1982.
kata kunci: buta-huruf, lisan, medium, sastra, masyarakat, Sinar Harapan, terpencil
1982_07_31_SH Sastra dan Masyarakat Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Sastra dan Masyarakat Indonesia Kini”, Sinar Harapan, 31 Juli 1982.
kata kunci: buta-huruf, lisan, medium, sastra, masyarakat, Sinar Harapan, terpencil
Klik 1982_06_21_K Bahasa Pustaka dan Ilmu-c
Saya sering bingung bila membaca naskah skripsi mahasiswa . . . Tetapi pada waktu berkonsultasi, saya minta mahasiswa yang bersangkutan menjelaskan uraiannya secara lisan, saya langsung paham!
Heryanto, Ariel (1982) “Persoalan di Indonesia: Bahasa, Pustaka dan Ilmu”, Kompas, 21 Juni 1982, hal. IV-V.
kata kunci: bahasa, ilmu, Kompas, lisan, Marshall McLuhan, pustaka, teknologi, tulisan
1982_03_13_SH Agama dan Teater Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Agama dan Teater Indonesia”, Sinar Harapan, 13 Maret 1982, hal. VI.
kata kunci: agama, baru, Kristen, modern, pribumi, Sinar Harapan, teater, Wayang Warta
Secara ringkas dan sederhana, teori wacana mencoba menjelaskan sebuah peristiwa terjadi seperti terbentuknya se-buah kalimat atau pemyataan. Karena itulah ia dinamakan analisa wacana. Kalimat itu hanya dibentuk, hanya akan bermakna, selama ia tunduk pada sejumlah ‘aturan’ gramatika yang berada di luar kemauan atau kendali si pembuat kalimat.
Heryanto, Ariel (1997) “Rasialiskah Orang Indonesia?; Mempertimbangkan Jasa Analisa Wacana”, Kompas, 21 Februari 1997, hal. 4, 5.
kata kunci: Hollywood, kekerasan, Kompas, Mahabharata, Ramayana, Rasial, SARA, Wacana
Heryanto, Ariel (1998) “Pius”, Kompas, 3 Mei 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, asap, bencana, Kompas, krisis, mahasiswa, penculikan, Pius Lustrilanang, reformasi
Heryanto, Ariel (1997) “Garin”, Kompas, 20 April 1997, hal. 2.
kata kunci: Arief Budiman, Asal Usul, festival, film, Garin Nugroho, Kompas, Pramoedya Ananta Toer, Sritua Arief
Hidup penuh dengan ironi. Jutaan wanita di dunia mati-matian mengejar kecantikan. Untuk apa? Untuk siapa? Di kota pusat mode bernama Paris seorang idola kecantikan telah terbunuh. Di planet Bumi ini dianggap cantik punya risiko serius. Mirip dianggap “komunis” di zaman Perang Dingin di negeri-negeri blok kapitalis.
Heryanto, Ariel (1997) “Cantik”, Kompas, 14 September 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, cantik, gender, Kompas, pelecehan, Putri Diana
Klik 1996_10_20_K-AU Minoritas-c
Mengapa dominasi suatu kelompok berdasarkan suatu identitas digugat pada suatu zaman tetapi tidak pada zaman yang lain walau dominasi itu berlangsung di kedua zaman.
Mengapa pelecehan terhadap kaum perempuan di iklan tidak disertai amukan massa, sementara pelecehan terhadap golongan lain (misalnya ras atau agama) dapat menyulut pembakaran atau pembunuhan?
Heryanto, Ariel (1996) “Minoritas”, Kompas, 20 Oktober 1996, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, dominasi, identitas, Ikatan Sarjana Ekonomi, Kompas, nonpribumi, perempuan, pribumi, statistika
Heryanto, Ariel (1998) “Monumen”, Kompas, 26 Juli 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, kekerasan politik, Kompas, monumen, Orde Baru, teror
Perkosaan dilakukan terbuka di tempat umum di 27 lokasi hanya dalam beberapa jam. Kemampuan membakar sebuah ibu kota berpenduduk 10 juta dan memperkosa massal bebas hambatan merupakan sebuah prestasi istimewa. Tentu saja tidak ada dan tidak bakal ada pengadilan untuk semua itu. Bukan tak ada petugas kepolisian dan kehakiman yang prihatin dan peduli. Mereka tidak berdaya, kalaupun bernyali.
Heryanto, Ariel (1998) “Neraka”, Kompas, 28 Juni 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Institut Sosial Jakarta, Ester Indahyani Jusuf, Ita Fatia Nadia, Kalyanamitra, kekerasan, Kompas, Mei 1998, Mitra Perempuan, neraka, Rita Serena Kalibonso, Romo Sandyawan, Solidaritas Nusa-Bangsa