Sebuah Republik Tanpa Publik?

Dalam mobil super mewah yang berlalu-lalang di ibukota, duduk warga kota berkulit mulus. Busana tersetrika rapi. Rambut dikeramas rutin dengan shampo kelas wahid. Aroma parfum merebak ruang mobil ber-AC. Sesekali jendela mobil terbuka, dan terlontar sampah ke luar jendela.

Mereka suka kebersihan, tapi tak kenal ruang publik. Kebersihan hanya sebatas ruang milik pribadi: dalam mobil atau rumah sendiri. Yang di luar mobil dianggap “ruang hampa” atau belantara tak bertuan.

Heryanto, Ariel (2009) “Sebuah Republik Tanpa Publik?, Koran Tempo, Senin 28 Desember 2009, hal. C15.

kata kunci: lalu-lintas, mobil, Publik, Republik, sehari-hari, solidaritas, umum

Video Mesum: Siapa Mau?

Klik 2010_06_11_KORAN TEMPO Video Mesum_ Siapa Mau-c

Menurut Google Trends pada 2006, Indonesia menempati urutan ketujuh di dunia sebagai negara asal para pencari bahan di Internet dengan kata kunci “sex”.

Heryanto, Ariel (2010) “Video Mesum: Siapa Mau?”, Koran Tempo, 11 Juni 2010, hal. A10.

kata kunci: artis, Inul Daratista, Koran Tempo, Playboy, sex, Undang-Undang Nomor 11/2008, Video Mesum

Yang Luput dari Film Indonesia

2005_01_16_K Yang Luput dari Film Indonesia-c

Heryanto, Ariel (2005) “Yang Luput dari Film Indonesia”, Kompas, 16/01/2005.

kata kunci: 1965, Arifin C Noer, Bollywood, Dil Se, film, Garin Nugraha, Janur Kuning, Kompas, Lexy Rambadeta, Mani Ratnam, Mass Grave, Pengkhianatan G30S/PKI, Puisi Tak Terkuburkan, Serangan Fajar, The Shadow Play, The Year of Living Dangerously

Noko, Bukan Belanja

Klik 2001_11_13_K Noko, Bukan Belanja-c

“Shopping atau noko tidak selalu berarti ke toko dengan tujuan membeli barang. Yang penting dari kegiatan noko adalah hadir dan melepaskan waktu cukup lama di dalam atau di sekitar wilayah pertokoan. Entah untuk mejeng, nongkrong, menghabiskan waktu luang, iseng, jumpa ternan, pacaran, cuci mata, melamun, buang frustrasi, atau cuma bengong. Kalaupun di tempat itu kemudian orang membeli sesuatu, hal itu tidak berarti menjadi tujuan utama atau alasan yang paling penting dari noko. Bahkan boleh jadi tidak direncanakan sebelumnya.”

Heryanto, Ariel (2001) “Noko, Bukan Belanja”, Kompas, 13 November 2001, hal. 31.

kata kunci: belanja, budaya pop, cuci mata, gaya hidup, industri, Kompas, mal, modernitas, noko, Orchard Road, perempuan, Plaza Senayan, Taman Anggrek Mal, toko