Bukan Katak

Masalahnya, nasionalisme punya watak bawaan bertolak-belakang. Ia bisa membangkitkan solidaritas, kesetaraan dan kedaulatan. Ia juga membina kebencian, fanatisme dan diskriminasi. Nasionalisme melahirkan pahlawan. Juga menciptakan aneka musuh.

Seperti agama, nasionalisme merupakan lahan subur bagi tumbuhnya fanatisme politik identitas. Dengan mengatas-namakan agama atau kepentingan nasional, seorang tokoh karismatik mampu membakar emosi massa untuk mengobrak-abrik tata-sosial.

Heryanto, Ariel (2020) “Bukan Katak”, Kompas, 21/11/2020, https://www.kompas.id/baca/opini/2020/11/21/bukan-katak/

kata kunci: agama, nasionalisme, Perang Dingin, Trump, white supremacy

Pekerja

Hak-hak kerja yang paling mendasar, seperti gaji dan cuti, membantu pekerja bertahan hidup dan bekerja untuk perusahaan. Semua itu akan memperkaya pengusaha kaya. Tidak membantu pekerja keluar dari lingkaran kerja rutin turun-temurun.

Yang memberdayakan pekerja agar bisa mendaki tangga strata sosial adalah kesempatan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan daya-tawar secara berkelanjutan.

Heryanto, Ariel (2020) “Pekerja”, Kompas, 17/10/2020, https://www.kompas.id/baca/opini/2020/10/17/pekerja-2/

kata kunci: hukum, kekerasan, negara, publik, Undang-Undang Cipta Kerja

Orang Baik

Manusia penuh kontradiksi dengan diri sendiri. Seperti masyarakatnya. Sifat baiknya mesra dengan sifat jahatnya. Kadang-kadang kebaikannya menonjol, karena nasib, peluang, atau dipaksa kondisi. Di saat lain jahatnya yang tampil. Sejarah yang bagus memaparkan semua itu dengan meyakinkan.

Heryanto, Ariel (2020) “Orang Baik”, Kompas, 12/09/2020, https://www.kompas.id/baca/opini/2020/09/12/orang-baik-3/

kata kunci: 1948, 1965, Belanda, kontradiksi, sastra, sejarah, sinetron

Lebay

Pengusaha swasta boleh merahasiakan dapur kerja perusahaan. Pejabat publik tak bisa hanya sibuk kerja, kerja, kerja. Mereka wajib tampil di hadapan publik dan menjelaskan rencana kerja dan hasil kerja mereka. Influencer bisa membantu, hanya membantu, bukan menggantikan tanggung-jawab pejabat pemerintah.

Heryanto, Ariel (2020) “Lebay”, kumparan, 11/09/2020, https://t.co/0PD3OBMquz

kata kunci: iklan, influencer, kebijakan, Orde Baru, Pengkhianatan G30S/PKI

Menilik Debat ‘Tilik’

Kaitan antara karya kreatif seni film, sastra, atau tari dengan masyarakatnya sangatlah penting dan sekaligus rumit. Tetapi juga tak pernah dapat diabaikan. Perdebatan film “Tilik” hanyalah salah satu bukti paling mutakhir. Seakan-akan ia menggaruk-garuk kembali rasa gatal yang punya sejarah panjang dalam tubuh masyarakat. Namun tak banyak dikenal masyarakat mutakhir.

Heryanto, Ariel (2020) “Menilik Debat ‘Tilik'”, kumparan, 25/05/2020, https://t.co/1V1NsY7HaD

kata kunci: Bu Tejo, film, gosip, LEKRA, perempuan

Pancasila

Awalnya Pancasila dimaksudkan sebagai dasar negara yang adil merangkul berbagai ideologi progresif di negeri ini. Sejak Soekarno tersingkir, Pancasila dipertentangkan dan dibenturkan dengan beberapa ideologi besar dunia.

Heryanto, Ariel (2020) “Pancasila”, Kompas, 8/08/2020, https://www.kompas.id/baca/opini/2020/08/08/pancasila-9/

kata kunci: ideologi, Islamisme, kapitalisme, Soekarno, sosialisme

Solidarity

In the beginning, nations emerged in various parts of the world as a form of new solidarity based on equality that resolves, instead of negates, ethnic, racial or religious differences. However, in many parts of the world, the history of national awakening or independence is often inseparable from racial violence, including in the Americas, Europe, Australia and Indonesia.

Heryanto, Ariel (2020) “Solidarity”, Kompas, 4/07/2020.
This piece is Kompas translation of the original in Indonesian, click here.

keywords: Bersiap, Black Lives Matter, Papua, Racism, Chinese

Solidaritas

Berbagai ras dan etnik yang terpilih jadi sasaran kekerasan di awal kemerdekaan dianggap kurang atau bukan ”Indonesia asli”. Dari anggapan itu, dibangun anggapan berikutnya: mereka tidak atau kurang nasionalis.

Heryanto, Ariel (2020) “Solidaritas”, Kompas, 4/07/2020, https://www.kompas.id/baca/dikbud/2020/07/04/solidaritas-5/

kata kunci: Bersiap, Black Lives Matter, Papua, Rasisme, Tionghoa

Mei 1998: Titik Balik Sejarah

Kekerasan anti-Tionghoa Mei 1998 merupakan titik-balik dalam sejarah perubahan sosial dan kapitalisme Indonesia. Untuk pertama kalinya secara terlembaga, dan dalam jumlah besar2an warga kelas-menengah, urban, non-Tionghoa menolak kekerasan rasial itu. Mengapa?

Heryanto, Ariel (2020) “Mei 1998: Titik Balik Sejarah”, Kumparan, 5/05/2020, https://kumparan.com/ariel-heryanto/mei-1998-titik-balik-sejarah-1tLz94o9Ha4

kata kunci: Burjuasi, kelas sosial, Mei 1998, Orde Baru, rasisme, Tionghoa