1985_01_29_SH Breakdance Sebagai Prestasi-c
Heryanto, Ariel (1985) “Breakdance Sebagai Prestasi”, Sinar Harapan, 29 Januari 1985, hal. VI.
kata kunci: breakdance, dangdut, jalanan, kelas menengah, kulit hitam, Sinar Harapan
1985_01_29_SH Breakdance Sebagai Prestasi-c
Heryanto, Ariel (1985) “Breakdance Sebagai Prestasi”, Sinar Harapan, 29 Januari 1985, hal. VI.
kata kunci: breakdance, dangdut, jalanan, kelas menengah, kulit hitam, Sinar Harapan
1985_01_12_SH Sastra, Koran dan Sastra Koran-c
Heryanto, Ariel (1985) “Sastra, Koran dan Sastra Koran”, Sinar Harapan, 12 Januari 1985, hal. VII.
kata kunci: Bambang Soebendo, koran, media massa, sastra, Sinar Harapan, terasing, Yudiono KS
Klik 1984_01_23_SH Yudhis Mendapat Idea di Puncak Fuji-c
Heryanto, Ariel (1984) “Yudhis Mendapat Idea Di Puncak Fuji”, Sinar Harapan, 23 Januari 1984, hal. IV.
kata kunci: Arjuna Mencari Cinta, Arjuna Wiwahahaha, Fuji, International Writing Program, Sinar Harapan, Yudhistira Adi Nugraha
1983_06_10_SH Keunikan, Terbatas Tempat dan Waktu-c
Heryanto, Ariel (1983) “Keunikan, Terbatas Tempat dan Waktu”, Sinar Harapan, 10 Juni 1983.
kata kunci: Barat, hak cipta, kaum muda, keunikan, krisis, Rendra, seni, Sinar Harapan, teater
1983_04_14_SH Warisan Budaya Tak Mungkin Dilestarikan-c
Heryanto, Ariel (1983) “Warisan Budaya Tak Mungkin Dilestarikan; Prosesnya Bergerak dan Berubah Diterjang Waktu”, Sinar Harapan, 14 April 1983, hal. VI-VII.
kata kunci: baca-tulis, budaya, lestari, lisan, modern, Sinar Harapan, tradisional, warisan
1983_04_09_SP Konsep Sastra Kita Usang-c
Heryanto, Ariel (1983) “Konsep Sastra Kita Usang (Mengapa Tak Muncul Karya Sastra yang Besar?)”, Surabaya Post, 9 April 1983, hal. XI.
kata kunci: konsep, melek-huruf, lisan, modernisasi, pribumi, sastra, Surabaya Post
1983_04_05_K Nasib Budaya Lama Kita-c
Heryanto, Ariel (1983) “Nasib Budaya Lama Kita”, Kompas, 5 April 1983, hal. IV.
kata kunci: Barat, J.G. de Casparis, budaya, kaum muda, Kompas, Marc Hoffman, modern, Nancy Florida, pendidikan
1998_12_13_K-AU Identitas di Masa Krisis-c
Heryanto, Ariel (1998) “Identitas di Masa Krisis”, Kompas, 13 Desember 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Australia, etnisitas, identitas, Kompas, krisis, Kuala Lumpur, Mandarin, Pauline Hanson, Singapura
Dalam keadaan stabil, preman adalah mitra terbaik bagi pejabat ataupun pengusaha. Kerja sama antara mereka saling menguntungkan. Yang paling menderita dan dirugikan oleh kerja sama itu adalah rakyat kecil. Ini berlaku di tingkat kampung hingga negara atau dunia.
Heryanto, Ariel (1999) “Republik Preman Indonesia”, Tempo, 22 (28 Nopember), hal. 72-73.
kata kunci: Figures of Criminality, Gus Dur, Henk Schulte Nordholt, John Sidel, Margreet van Till, Megawati, negara, preman, resensi buku, Tempo
Karena terlanjur percaya akan adanya ‘sastra’ yang universal, para tokoh sastra Indonesia dengan mudah terkecoh untuk mempercayai ketahyulan akan adanya ‘sastra dunia’, dan ‘sastra Indonesia’ sebagai salah satu warganya.
Heryanto, Ariel (1983) “Keadilan Sosial dan Sastra”, Kompas, 30 Maret 1983, hal. IV.
kata kunci: keadilan sosial, Kompas, material, Nobel, Raymond Williams, sastra, universal