BR 1995_09_29_K Pelecehan Bahasa oleh Pejabat-c
“Pelecehan Bahasa oleh Pejabat Diterima sebagai Kebenaran”, Kompas, 29/09/1995.
kata kunci: bahasa, pakar, pasal penghinaan, pejabat negara, pelecehan, pengadilan, plesetan
BR 1995_09_29_K Pelecehan Bahasa oleh Pejabat-c
“Pelecehan Bahasa oleh Pejabat Diterima sebagai Kebenaran”, Kompas, 29/09/1995.
kata kunci: bahasa, pakar, pasal penghinaan, pejabat negara, pelecehan, pengadilan, plesetan
BR 1992_11_22_K Sangat Berbahaya Jika Bahasa Alat Pembangunan-c
“Sangat Berbahaya, Jika Bahasa Hanya Direkayasa sebagai Alat Pembangunan”, Kompas, 22/10/1993: 16.
kata kunci: alat komunikasi, bahasa, indoktrinasi, Pembangunan, postmodernisme
BR 1992_11_21_SURABAYA POST Berbahasalah Dengan Merdeka-c
“Berbahasalah dengan Merdeka”, laporan Nanang Krisdinanto, Surabaya Post, 21/11/1992: 5.
kata kunci: bahasa, kebijakan, komodifikasi, korporatisme, negara, rekayasa
BR 1992_11_21_SURABAYA POST Bahasa Baku-c
“Bahasa Baku Manifestasi Korporatisme”, Nanang Krisdinanto, Surabaya Post, 21/11/1992: 16.
kata kunci: bahasa, kolonial, korporatisme, negara, plesetan
BR 1988_06_07_SM Sekolah Menjadi Pasar-c
“Sekolah Mengarah Menjadi Pasar”, Suara Merdeka, 7/06/1988: 7.
kata kunci: industrial, kemiskinan, pasar, pendidikan, struktural
BR 1986_08_22_K Teater Indonesia Itu Tidak Ada-c
“Teater Indonesia Itu Tidak Ada”, Kompas, 22/08/1986: 6.
kata kunci: Arifin C. Noer, batas, nasionalisme, produksi massal, ruang, tradisi lisan, waktu
BR 1978_12_24_SM Mahasiswa Teladan-c
“Mahasiswa Teladan”, Suara Merdeka, 24/12/1978: 5.
kata kunci: aktivitas kampus, Ariel Heryanto, Jateng, mahasiswa teladan, UKSW
“Teror Negara”, wawancara Ben Abel, dalam Baskara T. Wardaya (ed), Menuju Demokrasi; Politik Indonesia dalam Perspektif Sejarah, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001, hal. 292-325.
kata kunci: 1965, pendidikan, kapitalisme, Marsinah, militer, PKI, PRD, terorisme, UKSW
WWR 2001_10_07_K Indonesia, Seni, Ketidak-acuhan-c
“Ini bukan soal kelas menengah melulu. Acuh, tidak peka, atau tidak peduli merupakan salah satu mekanisme kejiwaan banyak kalangan yang hidup tertekan dan menderita, tetapi harus terus hidup dan berjuang untuk hidup. Persis kemampuan untuk lupa. Orang yang tidak bisa lupa, atau tidak bisa acuh akan susah tidur, makan, bahkan bekerja dengan tenang. Bahkan bisa gila.”
“Indonesia, Seni, Ketidak-acuhan”, wawancara Bre Redana, Kompas, 7/10/2001.
kata kunci: gerakan mahasiswa, kesenian, pasca-Orde Baru, perubahan
WWR 2000_05_17_K Singapura Memburu Anak-anak Pintar-c
“Singapura Memburu Anak-anak Pintar”, wawancara, Kompas, 17/05/2000.
kata kunci: investasi, kebijakan, modal, mutu, pendidikan, Singapura