WWR 1995_ThVIII-No10_SINTESA Nasionalisme-c
“Nasionalisme: Antara Nation-State dan Fiksi”, wawancara Amien, Evi, dan Sopril, Sintesa, 8(10), 1995: 20-21.
kata kunci: fiksi, nasionalisme, negara, teritori, VOC
WWR 1995_ThVIII-No10_SINTESA Nasionalisme-c
“Nasionalisme: Antara Nation-State dan Fiksi”, wawancara Amien, Evi, dan Sopril, Sintesa, 8(10), 1995: 20-21.
kata kunci: fiksi, nasionalisme, negara, teritori, VOC
Arsipnya Hilang
Urutan dari yang paling mutakhir ke yang lebih tua. Sebagian dapat diakses dalam bentuk teks sederhana (plain text) di situs ini.
=======================
(2) Karya Terjemahan
9-12 Juli 1980 : Yayasan Teater Nasional mementaskan Perangkap Tikus, terjemahan Ariel Heryanto dari The Mouse Trap karya Agatha Christie, di Bali Room Hotel Indonesia, sutradara Galeb Husin, pemain Rahayu Efendi, Deddy Mizwar, Yuanita Pranoto.
10-11 April 1992: “Nirtata Dunia Baru”, Bernas, 10-11 April 1992 terjemahan Ariel Heryanto dari “New World Disorder”, ceramah Ben Anderson yang dipublikasikan 24 Hour, special supplement, February 1992, pp. 41-46.
Heryanto, Ariel (1998) “Guojia Kongbu Zhuyi Ba Yinni Tui Xiang Baoluan”, Lianhe Zaobao, 26 July 1998, 4.
Translated from: Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.
keywords: Lianhe Zaobao, Mandarin
1995_Die Studentenbewegung in Indonesien-c
Heryanto, Ariel (1995) “Die Studentenbewegung in Indonesien”, in Traum Der Freiheit, Hendra Pasuhuk & Edith Koesoemawiria (Hrsg.), Koln: Omimee, pp. 61-67.
For English version, see Heryanto, Ariel (1996) “The Student Movement”, translated by Keith Foucher, Inside Indonesia, 48 (Oct-Dec): 10-12.
keywords: Studentenbewegung, Traum Der Freiheit, German
1998_08_13-19_NATION SUDSAPDA-c
Heryanto, Ariel (1998) “Jalajol Indonesia: wiphak seu sabson” (The Indonesian Riot: A Critique of Confusing Media Reports), Nation Sudsapda, 7:323, 13-19 August 1998, p. 18
Translated from: Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.
keywords: Jalajol Indonesia, Nation Sudsapda, Thai
see also: “Jalajol Indonesia: pho.ko.ro. kha jek”
1998_08_06-12_NATION SUDSAPDA-c
Heryanto, Ariel (1998) “Jalajol Indonesia: pho.ko.ro. kha jek” (The Indonesian Riot: Massacra of Chinese by State Terrorists], Nation Sudsapda, 7:322, 6-12 August 1998, p. 27.
Translated from: Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.
keywords: Jalajol Indonesia, Nation Sudsapda, Thai
see also “Jalajol Indonesia: wiphak seu sabson”
1999_80-Bahar_TOPLUM VE BILIM Yeni Duzen Endoezyasi’nda Guci_20160124_0001-c
Heryanto, Ariel (1999) “Post-kolonyal bir devlette simulakra: Yeni Duzen Endonezyasi’nda guc iliskileri”, Toplum ve Bilim, 80 Bahar: 89-111.
keywords: Post-kolonyal, simulakra, Endonezya, Toplum ve Bilim
WWR 1995_12_18_WAWASAN Keterbukaan-c
“Siapa pun tak bisa tolak keterbukaan”, wawancara Mashuri AK dkk, Wawasan, 18/12/1995.
kata kunci: demokrasi, HAM, keterbukaan, PDI, SIUPP, PTUN
WWR 1995_12_04_REPUBLIKA ICMI banyak Membawa Nuansa Baru-c
“ICMI banyak Membawa Nuansa Baru”, wawancara Edy Setiyoko, suplemen Republika, 4/12/1995: 10.
kata kunci: aliran, globalisasi, ICMI, Islam, sektarian
WWR 1995_11_12_MEDIA INDONESIA Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong-c
“Kondisi masyarakat di tahun 1995 ini jauh berbeda dengan tahun 1970 atau 1980-an. Pertama, dapat kita lihat reaksi orang. Kebanyakan orang tak percaya lagi akan bahaya komunisme. Kedua, orang justru marah dan menantang. ‘Tunjukkan! Kalau tidak benar, saya gugat kamu.’ Coba Anda lihat di tahun 1970-an. Mana ada orang yang berani berkata begitu. Yang ketiga, orang menjadi tak peduli. Ini yang menurut saya menarik.”
“Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong”, wawancara, Media Indonesia, 12/11/1995: 8.
kata kunci: hak berserikat, PKI, OTB, UKSW, ormas