1985_ThXXXIV-No2-Peb_BASIS Berita, Cerita dan Derita-c
Heryanto, Ariel (1985) “Berita, Cerita, Derita”, Basis, Th. XXXIV, No.2, Pebruari 1985: 68-74.
kata kunci: Basis, berita, cerita, derita, media massa, pengajaran, sekolah
1985_ThXXXIV-No2-Peb_BASIS Berita, Cerita dan Derita-c
Heryanto, Ariel (1985) “Berita, Cerita, Derita”, Basis, Th. XXXIV, No.2, Pebruari 1985: 68-74.
kata kunci: Basis, berita, cerita, derita, media massa, pengajaran, sekolah
‘Sastra’ tidak pernah terlepas dari ‘politik’, atau tidak pernah terlepas dari kepentingan-kepentingan ‘politis’. Hubungan antara ‘sastra’ dan ‘politik’ bukan sebagai dua hal mandiri yang mempunyai persinggungan-persinggungan di tepi wilaya masing-masing. Batasan yang membedakan ‘sastra’ dari yang ‘bukan sastra’ itu sendiri terbentuk oleh dan sekaligus membentuk hubungan-hubungan kemasyarakatan yang ber’politik’.
Heryanto, Ariel (1984) “Sastra ‘dan’ Politik”, RIMA, 18 (Summer): 6-43.
kata kunci: bentuk, isi, kategori, kontekstual, politik, RIMA, sastra, sejarah, universal
1984_Vol18_RIMA Kiri dan Kanan Dalam Sastra Indonesia 1984-c
Heryanto, Ariel (1984) “‘Kiri’ dan ‘Kanan’ Dalam Sastra Indonesia 1984”, RIMA, 18 (Summer): 1-5.
kata kunci: David Hill, Keith Foulcher, kiri, kanan, LEKRA, politik, RIMA, sastra, Solo, Yogya
1982_11_XXXI-11_BASIS Teater di Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Teater di Indonesia”, Basis, Th.XXXI/No.11, Nopember: 422-433.
kata kunci: Basis, daerah, klasik, Komedi Stambul, modern, rakyat, teater, tradisional
1982_01 Cakrawala Nilai Budaya Jawa dalam Folklore-c
Heryanto, Ariel (1982) “Nilai Budaya Jawa (Tengah) dalam Folklore Jawa”, Cakrawala, 15(1): 20-69.
kata kunci: Ande-ande Lumut, budaya, Cakrawala, folklore, Jaka Tingkir, Jawa, Lara Jonggrang, Rawa Pening
Dalam berbagai masyarakat, yang digunakan sebagai pembenar ketimpangan sosial dan penindasan adalah kemurnian dan keabsahan beragama, beda jenis kelamin dan orientasi seksual, bahasa, warna kulit, kebangsawanan, pendidikan, modal material, …
“Identitas ‘Asli’ Adalah Fiksi”, wawancara Maria Hartiningsih, Kompas, 2/08/2015: 13.
kata kunci: 1965, asli, identitas, fiksi, kemajemukan, maskulin, patriarkhi, toleransi
Tidak ada satu pun karya sastra yang “kontekstual” sebagai karya itu sendiri. Yang ada hanyalah karya-karya sastra, semua karya sastra, yang kontekstual untuk suatu atau beberapa konteks tertentu.
Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (1/3)”, Basis, 35 (Januari): 33-38.
kata kunci: Basis, Claudine Salmon, estetika, gender, kaidah, phallus, resmi, sastra kontekstual
1986_ThXXXV-No2-Feb_BASIS Mencari Kaidah Estetika 2-c
Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (2/3)”, Basis, 35 (February): 72-76.
kata kunci: Basis, estetika, kaidah, sastra kontekstual
Lanjutkan membaca Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (2/3)
1986_ThXXXV-No3-Mar_BASIS Mencari Kaidah Estetika 3-c
Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)”, Basis, 35 (March): 107-115.
kata kunci: Basis, estetika, Goenawan Mohammad, Harry Aveling, kaidah, sastra kontekstual, seksual
Lanjutkan membaca Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)
1996_04_29_JP Tiada Demokrasi yang Tak Retak-c
Heryanto, Ariel (1996) “Tiada Demokrasi yang Tak Retak”, Jawa Pos, 29 April 1996, hal. 4, 5.
kata kunci: demokrasi, HKBP, Jawa Pos, NU, PDI, perpecahan, swasta, tandingan, TEMPO, UKSW, YLBHI
Tanggapan:
(1) Hendardi (YLBHI): 1996_04_30 Hendardi Tanggapi AH-c
(2) Dr Riswanda Imawan (UGM): 1996_05_01 Riswanda Imawan Tanggapi AH_20160224_0001-c
(3) Dr Loekman Soetrisno (UGM): 1996_05_09 Loekman Soetrisno Tanggapi AH-c
(4) Cornelius Lay MA (UGM): 1996_05_15 Cornelius Lay Tanggapi AH_20160224_0001-c
(5) Dr Ramlan Surbakti (UnAir): 1996_05_18 Ramlan Surbakti Tanggapi
(6) Mukaffi Riza (pembaca Jawa Pos): 1996_05_03_Tanggapan buat Bung Ariel-c