Pementasan ‘Leng’ Teater Gapit; Yang Memasyarakat dan Yang Galak

Catatan: bagian akhir tulisan ini terpotong dan hilang.

Ke”berani”an memilih bahasa J awa untuk pentas Leng tak dapat dipisahkan dari ke”berani”an memilih pokok permasalahan masyarakat yang dikisahkan dalam pementasan ini.

Heryanto, Ariel (1985) “Pementasan ‘Leng’ Teater Gapit; Yang Memasyarakat dan Yang Galak”, Sinar Harapan, 23 Maret 1985, hal. VII.

kata kunci: bahasa, Bambang Widoyo, Jawa, kritik, Leng, radikal,

Warisan Budaya Tak Mungkin Dilestarikan; Prosesnya Bergerak dan Berubah Diterjang Waktu

1983_04_14_SH Warisan Budaya Tak Mungkin Dilestarikan-c

Heryanto, Ariel (1983) “Warisan Budaya Tak Mungkin Dilestarikan; Prosesnya Bergerak dan Berubah Diterjang Waktu”, Sinar Harapan, 14 April 1983, hal. VI-VII.

kata kunci: baca-tulis, budaya, lestari, lisan, modern, Sinar Harapan, tradisional, warisan

Republik Preman Indonesia

Dalam keadaan stabil, preman adalah mitra terbaik bagi pejabat ataupun pengusaha. Kerja sama antara mereka saling menguntungkan. Yang paling menderita dan dirugikan oleh kerja sama itu adalah rakyat kecil. Ini berlaku di tingkat kampung hingga negara atau dunia.

Heryanto, Ariel (1999) “Republik Preman Indonesia”, Tempo, 22 (28 Nopember), hal. 72-73.

kata kunci: Figures of Criminality, Gus Dur, Henk Schulte Nordholt, John Sidel, Margreet van Till, Megawati, negara, preman, resensi buku, Tempo