Taman SARS

2004_02_08_K-AU Taman SARS-c

“Mungkin nostalgia Orde Baru bisa dikemas menjadi industri nonmigas. Caranya? Bangunlah Taman Rekreasi SARS. Semacam Disney Land dengan sejumlah paviliun bertema tertentu. Tentu ada Paviliun Pembangunan, Paviliun Dwi Fungsi, Paviliun P4, Paviliun Dharma Wanita dan PKK.

Tapi jangan lupa sejumlah paviliun lain bertema DOM Aceh, Bumi-hangus Timor Timur, Tanjung Priok 1984, Talangsari, Kedung Ombo, Nipah, Cimacan, Pembantaian 1965, Kerusuhan Mei 1998, Bredel 1994, Penyerbuan PDI-P 27 Juli 1996, Pulau Buru, Litsus, Bom Borobudur, Korupsi Pertamina, SDSB, Penembakan Misterius, Dukun Santet dan Ninja Situbondo, Marsinah, Sengkon, Dietje ….”

Heryanto, Ariel (2004) “Taman SARS”, Kompas, 8/02/2004.

kata kunci: Asal Usul, Kompas, nostalgia, Orde Baru, penjarah, rindu

Komunisme

2004_03_07_K-AU Komunisme-c

“Kesenjangan ekonomi semakin menjadi-jadi belakangan ini di tingkat dunia maupun bagian-bagian kecilnya. Tetapi, yang kini merebak hebat bukan komunisme, malah kekuatan sosial yang pernah menjadi musuh komunisme, yakni fanatisme agama, liberalisme, dan kapitalisme/imperialisme.”

Heryanto, Ariel (2004) “Komunisme”, Kompas, 7/03/2004.

kata kunci: Asal Usul, kapitalisme, kesenjangan, Kompas, komunisme, marxisme, pendidikan

Biaya Sekolah

2004_04_04_K-AU Biaya Sekolah-c

“Semangat komersial yang mendorong jutaan orang berebut sekolah itu tidak aneh. Yang aneh, bila orang-orang yang sama itu memaki-maki lembaga pendidikan karena ikut-ikutan bertingkah komersial. Ibaratnya, tengkulak yang marah-marah kepada pedagang di pasar karena mereka menjual barang untuk cari laba seperti dirinya sendiri.”

Heryanto, Ariel (2004) “Biaya Sekolah”, Kompas, 04/04/2004.

kata kunci: Asal Usul, industri, kapitalisme, komersial, Kompas, korupsi, non-gelar, pendidikan

SBKRI

Klik 2004_05_02_K-AU SBKRI-c

“Bagaimana kita bisa yakin bahwa Bapak ini orang Indonesia? Bahwa Bapak seorang warga negara Indonesia? Apalagi pribumi. Bagaimana Bapak bisa mengaku-aku demikian kalau tidak punya dokumen resmi yang membuktikan?”

Heryanto, Ariel (2004) “SBKRI”, Kompas, 02/05/2004.

kata kunci: Alan Budi Kusuma, Asal Usul, Enin, Kompas, pribumi, Susi Susanti, Tionghoa, WNI

Pemilu

2004_06_27_K-AU Pemilu-c

“Bayangkan demokrasi sebagai sebuah medium. Pada tahap tertentu, sajian “isinya” kurang penting. Bayangkan pemilu sebagai sekeping sejarah yang tidak enak, tetapi perlu dilewati. Siapa tahu, sebelum tahun 2020 anak-cucu kita bisa geli menengok Pemilu 2004 seperti kita sekarang melihat siaran TVRI seperempat abad lalu.”

Heryanto, Ariel (2004) “Pemilu”, Kompas, 27/06/2004.

kata kunci: Asal Usul, Kompas, Marshal McLuhan, pemilu, status-quo, TVRI

Bukan Golput

2004_07_25_K-AU Bukan Golput-c

“Golput lahir dari sebuah masa ketika yang “putih” dianggap serba suci dan murni. Yang “hitam” ditujukan untuk mereka yang bermasalah, korup, dan buruk. Sudah saatnya kita memperbaiki bahasa kita agar tidak terus-menerus bercorak rasialis, dan memuliakan bangsa bekas para penjajah berkulit putih.”

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Golput”, Kompas, 25/07/2004.

kata kunci: Asal Usul, Golput, Halo-halo Bandung, Kompas, Maju Tak Gentar, Wiji Thukul

Resto

2004_08_22_K-AU Resto-c

“Musik ilustrasi dalam film baru boleh dibilang berhasil bila bisa menyatu dengan jalannya cerita sehingga penonton hampir-hampir tak sadar musik itu ada. Musik di restoran akan meningkatkan kenikmatan bersantap dan bercengkerama para tamu bila berhasil meningkatkan gairah makan dan bersantai tanpa hadir secara samar.”

Heryanto, Ariel (2004) “Resto”, Kompas, 22/08/2004.

kata kunci: Asal Usul, kafe Kompas, musik, restoran

Bukan Mobil Mewah

2004_10_17_K-AU Bukan Mobil Mewah-c

“Pada saat sejumlah masyarakat industrial sudah kalang kabut menghadapi kemacetan lalu lintas dan ruang parkir mobil, masyarakat kita baru pertama kali bercumbu industri kapitalisme. Mobil menjadi alat produksi, sumber kebanggaan, sarana kenyamanan dan keselamatan. Para produser dan penyalur mobil berlomba-lomba membanjiri ruang publik dengan jutaan mobil per tahunnya. Pemerintah mengajak rakyat berlomba- lomba membeli mobil, bila perlu dengan utang.”

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Mobil Mewah”, Kompas, 17/10/2004.

kata kunci: Asal Usul, kesenjangan, Kompas, iklan, mewah, mobil dinas, rokok