Heryanto, Ariel (1998) “Pius”, Kompas, 3 Mei 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, asap, bencana, Kompas, krisis, mahasiswa, penculikan, Pius Lustrilanang, reformasi
Heryanto, Ariel (1998) “Pius”, Kompas, 3 Mei 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, asap, bencana, Kompas, krisis, mahasiswa, penculikan, Pius Lustrilanang, reformasi
Heryanto, Ariel (1997) “Garin”, Kompas, 20 April 1997, hal. 2.
kata kunci: Arief Budiman, Asal Usul, festival, film, Garin Nugroho, Kompas, Pramoedya Ananta Toer, Sritua Arief
Hidup penuh dengan ironi. Jutaan wanita di dunia mati-matian mengejar kecantikan. Untuk apa? Untuk siapa? Di kota pusat mode bernama Paris seorang idola kecantikan telah terbunuh. Di planet Bumi ini dianggap cantik punya risiko serius. Mirip dianggap “komunis” di zaman Perang Dingin di negeri-negeri blok kapitalis.
Heryanto, Ariel (1997) “Cantik”, Kompas, 14 September 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, cantik, gender, Kompas, pelecehan, Putri Diana
Klik 1996_10_20_K-AU Minoritas-c
Mengapa dominasi suatu kelompok berdasarkan suatu identitas digugat pada suatu zaman tetapi tidak pada zaman yang lain walau dominasi itu berlangsung di kedua zaman.
Mengapa pelecehan terhadap kaum perempuan di iklan tidak disertai amukan massa, sementara pelecehan terhadap golongan lain (misalnya ras atau agama) dapat menyulut pembakaran atau pembunuhan?
Heryanto, Ariel (1996) “Minoritas”, Kompas, 20 Oktober 1996, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, dominasi, identitas, Ikatan Sarjana Ekonomi, Kompas, nonpribumi, perempuan, pribumi, statistika
Heryanto, Ariel (1998) “Monumen”, Kompas, 26 Juli 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, kekerasan politik, Kompas, monumen, Orde Baru, teror
Perkosaan dilakukan terbuka di tempat umum di 27 lokasi hanya dalam beberapa jam. Kemampuan membakar sebuah ibu kota berpenduduk 10 juta dan memperkosa massal bebas hambatan merupakan sebuah prestasi istimewa. Tentu saja tidak ada dan tidak bakal ada pengadilan untuk semua itu. Bukan tak ada petugas kepolisian dan kehakiman yang prihatin dan peduli. Mereka tidak berdaya, kalaupun bernyali.
Heryanto, Ariel (1998) “Neraka”, Kompas, 28 Juni 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Institut Sosial Jakarta, Ester Indahyani Jusuf, Ita Fatia Nadia, Kalyanamitra, kekerasan, Kompas, Mei 1998, Mitra Perempuan, neraka, Rita Serena Kalibonso, Romo Sandyawan, Solidaritas Nusa-Bangsa
Klik 1997_08_10_K-AU Merdeka-c
Masyarakat kita kaya proklamasi, pernyataan, tekad, petisi, petunjuk, atau imbauan, ikrar; sumpah, janji, atau tekad. Betapa mudahnya hidup ini (mungkin!) bila saja sejarah dapat diatur dengan membacakan sebuah teks berapi-api.
Heryanto, Ariel (1997) “Merdeka”, Kompas, 10 Agustus 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Kompas, modern, penjajah, pria, proklamasi, ikrar, rokok
1997_07_13_K-AU Kekeluargaan-c
Heryanto, Ariel (1997) “Kekeluargaan”, Kompas, 13 Juli 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, ASEAN, Asia, Kamboja, kekeluargaan, kekerasan, Kompas, perang saudara, Timur
Sampai sekarang, kerangka analisa kekerasan negara masih asing dalam forum kajian ilmu sosial. Aparatus negara tidak akan senang mensponsori penelitian atau pertumbuhan teori semacam itu. Mereka lebih suka mengipas-ngipasi perdebatan yang lebih memojokkan warga swasta. Maka, suburlah istilah seperti “konflik SARA”, kerusuhan “massal”, kebrutalan “massa”, atau “kecemburuan sosial”, untuk menjuluki peristiwa.
Heryanto, Ariel (1997) “Kekerasan Politik”, Forum Keadilan, 5 (23) 24 Februari, 1997, hal. 63.
kata kunci: Ernest Renan, Forum Keadilan, kecemburuan sosial, kekerasan, negara, massa, Weber
Di lingkungan politik praktek pemberian nama secara sewenang-wenang patut dipertanyakan. Apalagi dalam sejumlah bidang lain yang berlagak lebih beradab, misalnya jurnalisme atau ilmu pengetahuan.
Heryanto, Ariel (1997) “GEPEKA”, Jakarta-Jakarta, 556, 1- 7 Maret 1997, hal. 38-39.
kata kunci: bahasa, Demokrasi Terpimpin, etika, GPK, hukum rimba, Jakarta-Jakarta, Orde Lama