Pemilu

Bayangkan demokrasi sebagai sebuah medium. Pada tahap tertentu, sajian “isinya” kurang penting. Bayangkan pemilu sebagai sekeping sejarah yang tidak enak, tetapi perlu dilewati. Siapa tahu, sebelum tahun 2020 anak-cucu kita bisa geli menengok Pemilu 2004 seperti kita sekarang melihat siaran TVRI seperempat abad lalu.

Heryanto, Ariel (2004) “Pemilu”, Kompas, 27/06/2004.

kata kunci: Asal Usul, Kompas, Marshal McLuhan, pemilu, status-quo, TVRI

Bukan Golput

Golput lahir dari sebuah masa ketika yang “putih” dianggap serba suci dan murni. Yang “hitam” ditujukan untuk mereka yang bermasalah, korup, dan buruk. Sudah saatnya kita memperbaiki bahasa kita agar tidak terus-menerus bercorak rasialis, dan memuliakan bangsa bekas para penjajah berkulit putih.

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Golput”, Kompas, 25/07/2004.

kata kunci: Asal Usul, Golput, Halo-halo Bandung, Kompas, Maju Tak Gentar, Wiji Thukul

Resto

2004_08_22_K-AU Resto-c

“Musik ilustrasi dalam film baru boleh dibilang berhasil bila bisa menyatu dengan jalannya cerita sehingga penonton hampir-hampir tak sadar musik itu ada. Musik di restoran akan meningkatkan kenikmatan bersantap dan bercengkerama para tamu bila berhasil meningkatkan gairah makan dan bersantai tanpa hadir secara samar.”

Heryanto, Ariel (2004) “Resto”, Kompas, 22/08/2004.

kata kunci: Asal Usul, kafe Kompas, musik, restoran

Bukan Mobil Mewah

2004_10_17_K-AU Bukan Mobil Mewah-c

“Pada saat sejumlah masyarakat industrial sudah kalang kabut menghadapi kemacetan lalu lintas dan ruang parkir mobil, masyarakat kita baru pertama kali bercumbu industri kapitalisme. Mobil menjadi alat produksi, sumber kebanggaan, sarana kenyamanan dan keselamatan. Para produser dan penyalur mobil berlomba-lomba membanjiri ruang publik dengan jutaan mobil per tahunnya. Pemerintah mengajak rakyat berlomba- lomba membeli mobil, bila perlu dengan utang.”

Heryanto, Ariel (2004) “Bukan Mobil Mewah”, Kompas, 17/10/2004.

kata kunci: Asal Usul, kesenjangan, Kompas, iklan, mewah, mobil dinas, rokok

Katakan

2004_11_21_K-AU Katakan-c

“Setiap pernyataan merupakan sebuah jawaban untuk sebuah pertanyaan, keraguan, atau gugatan yang benar-benar ada atau yang cuma dibayangkan. Kadang-kadang sebuah ucapan ditujukan penuturnya pada diri sendiri untuk meyakinkan diri sendiri.”

Heryanto, Ariel (2004) “Katakan”, Kompas, 21/11/2004.

kata kunci: Ada Apa dengan Cinta, Amerika Serikat, Asal Usul, Barat, Kompas, nasionalisme, retorika, Singapura, wacana

Kondom

Kampanye penggunaan helm berusaha menyelamatkan kepala dan nyawa orang jika terjadi kecelakaan lalu-lintas. Bukan mendorong gairah orang untuk lebih sering naik motor, berganti-ganti kendaraan, dan cari “tabrakan bebas”.

Kampanye pemakaian kondom bukan untuk mendorong gairah seks, berganti pasangan, dan mengumbar “seks bebas”.

Heryanto, Ariel (2004) “Kondom”, Kompas, 5/12/2004.

kata kunci: AIDS, Asal Usul, HIV, Keluarga Berencana, Kompas, Kondom

Palu Arit

Menurut logika modern, bila ada bahaya terhadap sekelompok masyarakat, aparat keamanan berkewajiban mengawasi dan menaklukkan sumber bahaya itu. Tetapi, pada masa Orde Baru logika ini dibalik. Yang diserang dan dihukum justru calon korbannya sebagai pihak yang diancam, bukan sumber ancaman. Itulah inti logika di balik kata “diamankan” ciptaan Orde Baru.

Heryanto, Ariel (2004) “Palu Arit”, Kompas, 19/12/2004.

kata kunci: anti-komunisme, Asal Usul, Blora, diamankan, Inul Daratista, Kompas, Palu Arit, Pemalang, Solo