Sukarno, Suharto, Megawati: Why Do Some Indonesians Have Only One Name?

INT 2013_09_19_Why Do Some Indonesians Have Only One Name-c

“Sukarno, Suharto, Megawati: Why Do Some Indonesians Have Only One Name?” interview with Palash Ghosh, International Business Times, 19/09/2013, http://www.ibtimes.com/sukarno-suharto-megawati-why-do-some-indonesians-have-only-one-name-1408204

keywords: Christianity, Indonesian, Javanese, Muslim, names, surname

Ariel Heryanto, Valuing popular culture

INT 2009_06_25_TJP Ariel Heryanto, Valuing popular-c

“Ariel Heryanto, Valuing popular culture” interview with Aimee Dawis, The Jakarta Post, 25/06/2009, http://www.thejakartapost.com/news/2009/06/25/ariel-heryanto-valuing-popular-culture.html

keywords: Asia, Ayat-Ayat Cinta, Australian National University, Chineseness, popular culture, SEASREP

The rich only see the poor when they start to riot

It would be easier for those in the buses to see the expensive cards. The rich are trained not to see the poor, until stability breaks down. Then they call the poor “rioters” or “looters”.

“The rich only see the poor when they start to riot”, interview with Christianto, The Jakarta Post, 16/09/2000, http://www.thejakartapost.com/news/2000/09/16/the-rich-only-see-poor-when-they-start-riot.html

keywords: ersatz capitalism, injustice, lifestyle, rioters, status, workers

The Manipulation of Indonesia’s Ethnic Chinese

INT 1998_Vol13-No 3_KASARINLAN The Manipulation of Indonesia’s Ethnic Chinese-c

“The Manipulation of Indonesia’s Ethnic Chinese”, interview, Kasarinlan, 13(3), 1998, http://journals.upd.edu.ph/index.php/kasarinlan/article/viewArticle/355

keywords: anti-Chinese, economic crisis, May riots, military, Suharto’s downfall, terror

Resensi buku Language of Development and Development of Language

Klik 1995_12_17_h18_K_Politik Bahasa dan Mitos Pembangunan-c

Resensi buku Language of Development and Development of Language, Canberra: Pacific Linguistics, The Australian National University, 1995.

Ariel Heryanto, tidak menjanjikan pemecahan yang tiba-tiba terhadap masalah sosial yang ada. Tetapi, paling tidak, ia memberikan kesadaran untuk mengkritisi pesan kebahasaan, proses sosial dan pemaknaan yang bermunculan dalam keseharian.

Alkap Pasti, “(Politik) Bahasa dan Mitos Pembangunan”, Kompas, 17/12/1995: 18.

Resensi Identitas dan Kenikmatan; politik budaya layar Indonesia

Resensi buku Identitas dan Kenikmatan; politik budaya layar Indonesia, terjemahan Eric Sasono, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2015 (Cetakan Pertama, Juni 2015; Cetakan Kedua dengan revisi, September 2015; Cetakan Ketiga, Februari 2018; Cetakan Keempat, Mei 2018; Cetakan Kelima, Juli 2019; Cetakan Keenam, Agustus 2024).

 

Resensi Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru

Resensi buku Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru, A. Heryanto (ed.), penerjemah Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, 2012.

Resensi Challenging Authoritarianism in Southeast Asia; Comparing Indonesia and Malaysia

Resensi buku Challenging Authoritarianism in Southeast Asia; Comparing Indonesia and Malaysia (A. Heryanto dan S.K. Mandal eds), penerjemah Budiawan, London: CurzonRouteldge (2003)

  • 2003_08_24_TEMPO Serumpun Menentang Otoritarianisme-c
    “Suatu studi sosial-budaya yang sangat menarik dan penting dibaca.”

    Dewi Anggreani, “Serumpun Menentang Otoriterisme”, Tempo, No. 25/XXXII/18 – 24 Agustus 2003

  • 2003_08_04_K Tantangan-tantangan terhadap Otoritarianisme di Indonesia dan Malaysia-c
    “Semoga kajian semacam ini dapat menjadi langkah awal dari suatu kajian alternatif baru mengenai berbagai fenomena sosial di Indonesia dan Malaysia, yang bukan hanya berusaha mengkaji ulang cara memandang kita, melainkan lebih dari itu, juga berupaya untuk membongkar berbagai nilai dan norma di balik berbagai asumsi konseptual dan teoretik yang kerap tanpa disadari diterima secara luas tanpa dipertanyakan secara lebih lanjut.”

    Dr Francisia SSE Seda, “Tantangan-tantangan terhadap Otoritarianisme di Indonesia dan Malaysia”, Kompas, 4/08/2003.