WWR 1986_03_30_SM Intervensi Budaya-c
“Kini Terjadi Intervensi Budaya”, wawancara, Suara Merdeka, 30/03/1986: 9.
kata kunci: asing, budaya, kemerdekaan, perizinan, seni
WWR 1986_03_30_SM Intervensi Budaya-c
“Kini Terjadi Intervensi Budaya”, wawancara, Suara Merdeka, 30/03/1986: 9.
kata kunci: asing, budaya, kemerdekaan, perizinan, seni
WWR 1979_08_14_HAI_30_III_bbc-c
“Ariel Haryanto”, wawancara Djito Kadir, Hai, 3(30/14 Agustus) 1979: 10-11.
kata kunci: alam, Ariel Heryanto, Dialog Larut Malam, kebudayaan, masa kecil, modernitas
WWR 1979_05_21_30_GADIS_14VI-c
“Ariel Heriyanto”, wawancara Emmy Liana, Gadis, 6(14/21-30 Mei) 1979: 68-70.
kata kunci: Ariel Heryanto, Dialog Larut Malam, pacar, puisi, masa remaja, mahasiswa
WWR 1995_Th3-No35-Okt-KAIROS Gereja Harus Ikut Bertanggung Jawab-c
“Gereja Harus Ikut Bertanggung Jawab!”, wawancara, Kairos, 3(35/Okt) 1995: 21-25.
kata kunci: Arief Budiman, gereja, KPD, PHK, UKSW
WWR 1995_09_10_JP Ariel_Bukan Karena Suka Konflik-c
“Bukan Karena Suka Konflik”, wawancara, Jawa Pos, 10/09/1995: 6.
kata kunci: etnisitas, gereja, HKBP, Kristen, Protestan, UKSW
Klik 1995_12_17_h18_K_Politik Bahasa dan Mitos Pembangunan-c
Resensi buku Language of Development and Development of Language, Canberra: Pacific Linguistics, The Australian National University, 1995.
Ariel Heryanto, tidak menjanjikan pemecahan yang tiba-tiba terhadap masalah sosial yang ada. Tetapi, paling tidak, ia memberikan kesadaran untuk mengkritisi pesan kebahasaan, proses sosial dan pemaknaan yang bermunculan dalam keseharian.
Alkap Pasti, “(Politik) Bahasa dan Mitos Pembangunan”, Kompas, 17/12/1995: 18.
Resensi buku Identitas dan Kenikmatan; politik budaya layar Indonesia, terjemahan Eric Sasono, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2015 (Cetakan Pertama, Juni 2015; Cetakan Kedua dengan revisi, September 2015; Cetakan Ketiga, Februari 2018; Cetakan Keempat, Mei 2018; Cetakan Kelima, Juli 2019; Cetakan Keenam, Agustus 2024).
Resensi buku Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru, A. Heryanto (ed.), penerjemah Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, 2012.
Resensi buku Challenging Authoritarianism in Southeast Asia; Comparing Indonesia and Malaysia (A. Heryanto dan S.K. Mandal eds), penerjemah Budiawan, London: CurzonRouteldge (2003)
Dewi Anggreani, “Serumpun Menentang Otoriterisme”, Tempo, No. 25/XXXII/18 – 24 Agustus 2003
Dr Francisia SSE Seda, “Tantangan-tantangan terhadap Otoritarianisme di Indonesia dan Malaysia”, Kompas, 4/08/2003.
Resensi buku State Terrorism and Political Identity in Indonesia: Fatally Belonging, London: Routledge, 2005.